Pemindahan Tanah Mekanis
Dosen : Diah Tri Budi Lestari
Kelompok 2 :
• Alsifa Riskirido
• Cesar Titan Rakayuzha Yusuf
• Hartanto Sugani
• Nur Zulya Madinah
• Shafarani Dwi Utami
Tugas Kedua
1. Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan konstruksi!
Dozer(Loder), Excavator, Truk, Crane, Motor Grader, Compactor
2. Jelaskan perbedaan dan persamaan
fungsi alat bulldozer dan motor grader!
• Bulldozer adalah alat berat bertipe traktor menggunakan track/rantai serta dilengkapi dengan pisau (blade) yang terletak di depan. Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan menggali, mendorong, menggusur dan menarik material (tanah, pasir, dsb). Bulldozer dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan.
• Motor grader adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan jalan, membentuk jalan (grading) yang dibiasa digunakan dalam proyek pembangunan jalan. Motor grader merupakan salah satu alat berat yang sangat penting untuk konstruksi jalan. Digunakan untuk pengupasan lapisan atas yang hendak dibuang, atau dikurangi, mencampur material dan meratakan/ menyebarkannya lagi. Meratakan area dengan grader sangat diperlukan untuk pemadatan yang sempurna oleh compactor.
3. Jelaskan cara kerja bulldozer!
a. Masukkan kunci ke dalam kontak kunci dan putar ke kanan untuk menghidupkan mesin. Begitu menyala, lepaskan tekanan pada tombol untuk mengubah ke posisi run.
b. Cari tuas kontrol transmisi di sisi kiri dari kursi pengemudi. Dorong ke depan untuk melakukan transmisi ke “forward” dan tarik kembali untuk transmisi ke “reverse”. Sesuaikan dengan throttle tuas kecil di sebelah kiri tuas control transmisi. Tarik tuas tersebut kembali untuk meningkatkan kecepatan mesin dan mendorong maju untuk mengurangi kecepetan mesin.
c. Sesuaikan gigi transmisi dengan menekan tombol pada tuas kontrol transmisi. Lalu ada dua tombol yang akan meningkatkan gigi mesin dan menguranginya.
d. Kontrol pisau dengan blade kontrol handle yang terletak di sisi kanan kursi pengemudi. Dorong pegangan ke depan untuk menurunkan pisau dan tarik untuk menaikkan pisau.
4. Jelaskan cara kerja excavator!
Bagian dasar alat kontrol excavator :
a. Tuas/panel di sebelah kanan : Untuk mengoperasikan bucket dan boom
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan boom
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan boom
Jika tuas digeser ke kiri : Menutup bucket
Jika tuas digeser ke kanan : Membuka bucket
b. Tuas/panel di sebelah kiri : Untuk mengoperasikan arah kabin dan arm
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan arm
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan arm
Jika tuas digeser ke kiri : Menggeser kabin ke kiri
Jika tuas digeser ke kanan : Menggeser kabin ke kanan
c. Lock/shut-off lever(biasanya berada di paling kiri) : Untuk mengunci tuas/panel excavator
Jika tuas ditarik ke atas : Mengunci seluruh kegiatan excavator
Jika tuas ditarik ke bawah : Excavator dapat dioperasikan kembali
d. Tuas/pedal track kiri dan kanan(berada di depan) : Untuk maju/mundur dan belok track excavator
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke belakang : Excavator akan maju
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke depan : Excavator akan mundur
Jika tuas kanan ditarik ke belakang : Excavator akan belok ke kiri
Jika tuas kiri ditarik ke belakang : Excavator belok ke kanan
5. Jelaskan perbedaan fungsi alat dump truk dengan trailer!
• Dump Truck berfungsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulangan, semen, batu bata, dll)
• Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas dump truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.
Minggu, 29 Oktober 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
PEMINDAHAN TANAH MEKANIS
Kelompok 2
Alsifa
Cesar TIitan Rakayuzha. Y
Hartanto Sugani
Nur zulya madinah
Shafarani Dwi utami
Tugas Pertama
- Sebutkan tujuan dari pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi?
Untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan, Sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih mudah dan singkat sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya alat berat dipakai untuk mengali,alat pengangkut,alat pemadatan tanah. Alat berat dikategorikan berdasarkan fungsi alatnya
- Apa saja yang perlu diperhatikan dalam persiapan pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi!
-Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain.
-Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
-Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah gerakan (horisontal maupun vertikal), jarak, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.
-Pembatasan dari metode yang dipakai. Pembatasan yang mempengaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalu lintas, biaya, dan pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapat berubah.
-Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.
-Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan lain-lain.
-Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh, lokasi proyek di dataran tinggi menggunakan alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
-Jenis dan daya dukung tanah. Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai.
-Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan faktor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.
- Sebutkan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pekerjaan pemindahan tanah !
Hal - hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan pekerjaan pemindahan tanah
1. Survei lapangan (site Survey)
Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
-Keadaan lapangan
-Kondisi tenaga kerja
-Kondisi transportasi dan akomodasi
2. Perencanaan
Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang akan menjadi acuan kerja yang meliputi
Persiapan kerja
-Struktur organisasi proyek
-Penentuan metode dan prosedur kerja
-Jadwal kerja (time schedule)
-Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
-Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
-System logistik dan maintenance
3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
-Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)
-Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada
-Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
-Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat, sehingga tidak terjadi hambatan
-Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan
-Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.
Agar pekerjaan terhindar dari masalah - masalah didalam proyek,Minim Jika semua tahapan diatas dilakukan.
- Berapa % pengembangan dan % penyusutan dari volume tanah yang memiliki berat isi tanah 1500 kg/m3 BM, 1000 kg/m3 LM dan 2000 kg/m3 CM.
Dik :
B = 1500 kg/m3
C = 2000 kg/m3
L = 1000 kg/m3
Dit : Sw & Sh ?
Dijawab :
) 100%
= (0,5 x 100%)
= 50 %
= 25 %
- Pada suatu daerah yang akan dibangun jalan, dilakukan penggalian sedalam 2,5 m. luas daerah yang akan di gali 2 Ha. Berapa volume tanah slid an tanah gembur jika faktor gembur adalah 1,25 !
Diketahui : kedalaman (T) = 2,5 m
Luas (A) = 20000 m2
Faktor tanah gembur = 1,25
Ditanyakan : a. Volume tanah asli
b. Volume tanah gembur
dijawab :
Volume tanah asli= luas x kedalaman
= 20000 x 2.5
= 50000 m3
Volume tanah gembur = vo
PEMINDAHAN TANAH MEKANIS
Selasa, 24 Januari 2017
PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA
Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas
tentang perkembangan dan perbedaan antara masyarakat desa dan masyarakat kota.
Sebagaimana kita ketahui pengertian masyarakat itu sendiri adalah sejumlah
besar individu yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan
orang-orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, 1998.
Secara awam masyarakat
desa (rural community) sering diartikan sebagai masyarakat tradisional atau
masyarakat sederhana. Mengapa masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat
sederhana? Karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu
kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang penguasaan ipteknya rendah sehingga
hidupnya masih sederhana dan belum kompleks dan masyarakat desa di Indonesia
pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi
perubahan-perubahan pola hidupnya. Membahas masyarakat
Ada beberapa ciri yang
menonjol pada masyarakat kota yaitu :
- Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
- Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa
antara lain :
·
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di
luar batas wilayahnya.
·
Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
·
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
·
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat
istiadat, dan sebagainya.
dapat disimpulkan bahwa antara masyarakat desa dengan
masyarkat kota pada umumnya memiliki perbedaan yang sangat besar.
Sabtu, 17 Desember 2016
SOSIALISASI PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOCIMI
Baiklah
pada tugas kali ini , saya ditugaskan untuk membuat sebuah tulisan berdasarkan
hasil pengamatan dilapangan mengenai pembangunan sebuah infrastruktur. Bersama
kedua teman saya, kami memutuskan untuk mengambil sebuah proyek yang terletak di daerah Ciawi,
Bogor. Pengamatan dan wawancara kita lakukan pada hari Rabu, 14 Desember 2016.
Proyek yang kita ambil untuk bahan pengamatan adalah pembangunan ruas jalan tol
Bocimi. Jalan tol Bocimi merupakan nama ruas jalan tol yang akan menghubungkan
Kabupaten Bogor, kota bogor, kabupaten Sukabumi dan kota Sukabumi. Proyek jalan
tol ini diperkirakan akan memiliki panjang sebesar 53,6 km yang bemula pada
daerah Bogor hingga Sukabumi.
Pembangunan
jalan tol ini sudah dimulai sejak tahun 2015 dan dibagi melalui beberapa tahap.
Ada 4 seksi/tahap dimana setiap seksi terbagi ke dalam beberapa paket. Pada
seksi 1 terdapat 3 paket yang dipegang oleh perusahaan yang berbeda yaitu:
Ø Paket
pertama di pegang oleh perusahaan Waskita
Ø Paket
kedua dipegang oleh perusahaan Posko dan
Ø Paket
ketiga dipegang oleh perusahaan Waskita dan perusahaan Posko
Di
seksi ini, pembangunan jalan tol sudah mencapai 18,7% dan akan memiliki ruas jalan sepanjang 15,35
km yang akan berakhir di daerah cigobong(seksi 1). Seksi ini, akan dirampungkan/diselesaikan
pada tahun 2017.
Sumber pendanaan jalan tol ini
didapatkan dari pemerintah melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan APBN (
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Biaya operasional untuk pengelolaan
infrastuktur jalan tol ini cukup besar yang berkisar antara 1 miliar sampai 10
miliar (pada seksi 1). Pada wawancara kemarin, kami mendapatkan kesempatan
untuk bertanya perihal proses penyediaan lahan untuk pembangunan jalan tol
tersebut. Prroses peenyediaan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama dan
memiliki proses yang cukup banyak. Dimulai dari perencanaan , pembuatan dan
penyerahan surat izin penyediaan lahan yang melewati beberapa proses.
Penyerahan dan persutujuan surat izin diberikan kkepada beberapa tempat
seperti: kepala desa, kelurahan hingga kota dan provinsi daerah tersebut yang
menjadi penyediaan lahan. Setelah penyerahan dan persetujuan surat izin,
diadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pemabangunan terhadap dampak
lingkungan infrastruktur ruas jalan tol.
Tidak hanya informasi terkait
pembangunan, kami juga mendapat banyak ilmu setelah melakukan pengamatan
terhadap pembangunan tersebut. Dikesempatan kemarin kami diajak oleh bapak
Herman ke beberapa titik pembangunan, salah satunya adalah tempat Batching
Plant.
Minggu, 30 Oktober 2016
RENCANA PEMBANGUNAN DESA
Di tulisan kali ini saya
akan menuliskan sebuah gagasan atau ide tentang suatu pembangunan di sebuah
desa. Salah satu desa yang menjadi bahan gagasan saya adalah desa Joho kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara
Jawa Tengah. Alasan saya mengambil desa ini sebagai gagasan pembangunan karena
desa ini telah menjadi tanah kelahiran keluarga saya. Desa joho adalah sebuah
desa yang memiliki keindahan alam yang sangat alami dan selalu dijaga oleh
penduduk setempat. Gaya hidup para penduduk desa yang sederhana selalu
mengingatkan saya tentang kampung halaman dan sebagai seorang mahasiswi jurusan
teknik sipil, saya mempunyai kewajiban untuk membuat desa ini maju.
Desa
ini telah memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti puskesmas, masjid,
akses jalan dan aliran listrik tetapi masih banyak infrastruktur pembangunan
yang masih dibutuhkan penduduk setempat dan salah satu misi saya adalah memperbaiki akses penyeberangan. Desa ini
memiliki sebuah jembatan yang menghubungkan akses jalan ke desa lain. Jembatan ini
masih terbilang rawan untuk diseberangi, karna beban yang harus menahan
jembatan belumlah memadai dan arus sungai yang cukup deras membuat para penyebrang
harus sangat hati-hati melintasi jembatan ini. Rencana saya adalah
merekrontuksi ulang jembatan tersebut sehingga para pengguna dapat
menggunakannya dengan aman dan nyaman. Jenis jembatan yang saya rencanakan
adalah jembatan gantung. Jenis ini dapat dibangun di daerah yang
cukup kecil, mengingat letak jembatan di desa joho tidaklah luas. Jenis jembatan
ini dapat menahan beban kendaraan roda dua. Struktur jembatan ini dapat
dibangun tanpa perancah tanah dan merupakan pilihan yang ekonomis untuk
jembatan dengan panjang bentamg lebih dari 500 meter.
Ada
2 tahap pembuatan jembatan ini. Yang pertama adalah tahap perencanaan dan tahap
pembangunan.
Tahap
perencanaan terdiri dari gambar perencanaan, perhitungan volume pekerjaan,
perhitungan hari orang kerja (HOK) dan perhitungan rencana anggaran biaya. Tahap
kedua adalah tahap pembangunan.
Tahap
pembangunan jembatan ini memiliki 4 tahap yaitu:
1. Pembersihan
lokasi
2. Persiapan
material
3. Pekerjaan
konstrusi pembangunan
4. Pemulihan
dan pembersihan lokasi
I.
Pembersihan
Lokasi
Pembersihan
dilakukan menggunakan cangkul, sabit dan perkakas lainnya pada lokasi yang akan
dibangun jembatan agar bersih dari pohon-pohon dan rumput-rumput liar. Lokasi pembangunan
harus diamankan agar tidak terganggu oleh penduduk dan binatang. Proses ini
sangat membutuhkan peran para penduduk, maka sebelum proses ini berlangsung
harus ada koordinasi antara pembangun dan warga sekitar.
II.
Persiapan
Material
Material
yang harus dipesiapkan sebelum proses pembangunan adalah sebagai berikut:
v Tiang
Utama (Pylon) tiang ini dapat dibuat di bengkel besi. Pelaksanaan
pembangunannya hanya tinggal merakit pada lantai pondasi.
v Batu
belah, pasir dan semen untuk pondasi
v Kayu
balok, papan dan paku untuk lantai jembatan
v Klem, kabel sling, besi
penggantung, warfel, dll
III.
Pekerjaan
Konstruksi pembangunan
2) Gali
pondasi untuk posisi pylon.
3) Pasang
tiang pylon yang sudah dibuat di luar lokasi, kemudian baut pada hubungan
antaratiang pylon dan pondasi dikencangkan. Pengaku dari besi siku dipasang
melintang pada ujung atas pylon dengan baut.
4) Pasang
besi penggantung dan gelagar melintang dimulai dari bagian (segmen I) yang
palingdekat dengan Pylon.
5) Pemasangan
bangian II dan seterusnya, sama dengan pemasangan bagian I. Untukkelancaran
kerja, antara 2 gelagar melintang dipasang lantai sementara. (dari
bambu/papan/balokkayu).
6) Pasang kabel seling (pengaku)
di bawah gelagar. Pasang kabel seling (pengaku) di bawah gelagar. Pasang
gelagar memanjang yang menumpu pada gelagar melintang. Penyambungan
gelagar-gelagar memanjang tidak boleh dalam satu garis (harus seling-seling).
7) Pasang
lantai jembatan.
IV.
Proses
pemulihan dan pembersihan
Proses
dan perencanaan inilah yang menjadi dasar dari misi saya dalam pembuatan
jembatan.
Misi
saya selanjutnya dalam memajukan fasilitas desa adalah pembangunan gedung serbaguna atau gedung aula yang dapat digunakan
sebagai tempat berkumpul para penduduk desa. Desa Joho belum meiliki fasilitas
tersebut, Penduduk desa biasa menggunakan lapangan kosong atau lahan sawah (setelah
panen) sebagai tempat perkumpulan suatu acara atau rapat desa. Tempat tersebut
sangat tidak kondusif dalam menyelenggarakan suatu acara, karena banyak kendala
yang dapat terjadi seperti halnya cuaca panas yang akan membuat keadaan warga tidak
nyaman atau pada saat musin hujan yang akan membuat lapangan menjadi becek atau
tergenang. Keadaan-keadaan tersebutlah yang memotivasi saya untuk membangun
sebuah aula atau gedung pertemuan di desa joho.
Tahap
Perencanaan
Di
tahap ini saya akan berdikusi dengan kepala desa atau warga desa mengenai lahan
pembangunan, anggaran biaya pembangunan dll. Di tahap ini saya juga akan berkoordinasi
dengan warga sekitar dalam membangun bersama gedung pertemuan.
Tahap Pembangunan
Pekerjaan Pembersihan
Pengerjaan dimulai dari pembersihan lapangan dan pemerataan permuakaan tanah
seperti yang telah direncanakan. Bahkan kalau perlu dilakukan pengerukan dan
pengurugan tanah, setelah itu tanah dipadatkan.
Pekerjaan Pondasi
Setelah tanah bersih dan rata, dilanjutkan kemudian dengan pemancangan tiang
pondasi, yang biasa disebut dengan Tiang Pancang. Sebelum pemancangan ini,
perlu ditentukan dahulu titik-titik pondasi tersebut. Setelah titik-titik
pondasi ditentukan, barulah proses pemancangan dapat dilakukan. Proses
pemancangan ini harus sangat diperhatikan, karena saat proses pemancangan,
dapat terjadi berbagai kesalahan. Operator mesin pancang diharapkan terus
mengontrol posisi tiang pancang. Dalamnya pondasi tiang pancang yang tertanam
di dalam tanah tergantung dari jenis dan kondisi tanah tersebut, karena pondasi
tiang pancang harus berdiri di atas tanah yang keras. Jika proyek berada di
daerah tanah rawa, pondasi tiang pancang tertanam lebih dalam. Sebagai contoh
jika proyek berada di daerah Jakarta Utara, yang merupakan tanah rawa, pondasi
tiang pancang akan tertanam sangat dalam. Lain halnya jika berada di sekitar
Jakarta Selatan, yang mempunyai tanah lebih keras, pondasi tiang pancang
tertanam tidak terlalu dalam.
Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pile Cap dan Sloof.
Pile Cap ini berfungsi untuk membagi rata beban dari kolom kepada beberapa
pondasi dibawahnya. Dan tiap Pile Cap ini juga dihubungkan satu sama lain oleh
Sloof, sehingga semua tiang pancang mempunyai satu ikatan struktur.
Pekerjaan Struktur Atas
Setelah pekerjaan struktur bawah, yaitu pemancangan selesai, dilanjutkan
kembali dengan pengerjaan bagian struktur atas. Struktur atas terdiri dari kolom,
balok dan pelat. Pengerjaan struktur atas dimulai dari pengerjaan
kolom. Tapi terlebih dahulu, titik-titik kolom harus ditentukan posisinya dan
dengan bantuan alat, sehingga titik-titik kolom tersebut sejajar satu sama
lain.
Dalam proses pengerjaan kolom, hal yang pertama
dilakukan adalah pengerjaan tulangan-tulangan kolom seperti yang telah didisain.
Sebelum pengecoran kolom, terlebih dahulu dibuat bekisting yang
dibentuk seperti kolom sehingga beton dapat dicor di dalamnya. Bekisting harus
dibuat kokoh dan kuat, sehingga hasil cor-an diperoleh dengan baik dan bentuk
kolom sesuai perencanaan. Ketika proses pengecoran harus dilakukan teliti, dan
cor-an beton yang masuk itupun harus dirojok, sehingga cor beton dapat
masuk semuanya sampai kebawah dan penuh mengisi bekisting.
Pengerjaan berikutnya adalah bagian balok dan pelat.
Balok dan pelat memang dikerjakan bersamaan, Sama seperti pengerjaan kolom,
pertama kali juga dilakukan pengerjaan bekisting. Agar waktu yang dibutuhkan
seminimal mungkin, pengerjaan bekisting dan penganyaman tulangan dapat
dilakukan secara bersamaan. Setelah pembuatan bekisting dan penulangan selesai,
baru dilanjutkan dengan pengecoran beton. Hal yang terpenting adalah semua
beton yang di-cor itu harus berada dalam satu ikatan, yang berarti proses
pengecoran pelat dan balok harus serempak selesainya dan beton pun akan kering
bersamaan, sehingga kekuatannya pun dalam satu ikatan. Begitu juga pengerjaan
lantai berikutnya, prosesnya pun sama dengan sebelumnya. Dan selama proses
pengecorannya pun juga harus dirojok, sehingga cor beton penuh mengisi
bekisting.
Pekerjaan Finishing
Jika struktur telah berdiri kokoh, baru dapat dilanjutkan dengan pengerjaan
finishing, yaitu pengerjaan dinding, elektrikal dan sanitasi, pemasangan
keramik, pengecatan dan sebagainya. Namun, pengerjaan finishing inilah yang
membutuhkan waktu paling lama, karena pengerjaannya harus hati-hati sehingga
didapat bentuk yang rapi dan sesuai perencanaan.
Rencana-rencana tersebut akan terus berkembang dan
akan menjadi pondasi motivasi saya dalam mendalami ilmu teknik sipil. semua yang
telah direncanakan semoga bisa terwujud dan bisa bermanfaat bagi semua, hanya usaha
keras dan kehendak Tuhanlah semua bisa terwujud. Amin.;)
Langganan:
Postingan (Atom)



