Minggu, 29 Oktober 2017

Pemindahan Tanah Mekanis
Dosen : Diah Tri Budi Lestari

Kelompok 2 :
• Alsifa Riskirido
• Cesar Titan Rakayuzha Yusuf
• Hartanto Sugani
• Nur Zulya Madinah
• Shafarani Dwi Utami



Tugas Kedua

1. Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan konstruksi!

Dozer(Loder), Excavator, Truk, Crane, Motor Grader, Compactor

2. Jelaskan perbedaan dan persamaan
fungsi alat bulldozer dan motor grader!

• Bulldozer adalah alat berat bertipe traktor menggunakan track/rantai serta dilengkapi dengan pisau (blade) yang terletak di depan. Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan menggali, mendorong, menggusur dan menarik material (tanah, pasir, dsb). Bulldozer dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan.
• Motor grader adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan jalan, membentuk jalan (grading) yang dibiasa digunakan dalam proyek pembangunan jalan. Motor grader merupakan salah satu alat berat yang sangat penting untuk konstruksi jalan. Digunakan untuk pengupasan lapisan atas yang hendak dibuang, atau dikurangi, mencampur material dan meratakan/ menyebarkannya lagi. Meratakan area dengan grader sangat diperlukan untuk pemadatan yang sempurna oleh compactor.

3. Jelaskan cara kerja bulldozer!

a. Masukkan kunci ke dalam kontak kunci dan putar ke kanan untuk menghidupkan mesin. Begitu menyala, lepaskan tekanan pada tombol untuk mengubah ke posisi run.
b. Cari tuas kontrol transmisi di sisi kiri dari kursi pengemudi. Dorong ke depan untuk melakukan transmisi ke “forward” dan tarik kembali untuk transmisi ke “reverse”. Sesuaikan dengan throttle tuas kecil di sebelah kiri tuas control transmisi. Tarik tuas tersebut kembali untuk meningkatkan kecepatan mesin dan mendorong maju untuk mengurangi kecepetan mesin.
c. Sesuaikan gigi transmisi dengan menekan tombol pada tuas kontrol transmisi. Lalu ada dua tombol yang akan meningkatkan gigi mesin dan menguranginya.
d. Kontrol pisau dengan blade kontrol handle yang terletak di sisi kanan kursi pengemudi. Dorong pegangan ke depan untuk menurunkan pisau dan tarik untuk menaikkan pisau.

4. Jelaskan cara kerja excavator!

Bagian dasar alat kontrol excavator :
a. Tuas/panel di sebelah kanan : Untuk mengoperasikan  bucket dan boom
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan boom
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan boom
Jika tuas digeser ke kiri : Menutup bucket
Jika tuas digeser ke kanan : Membuka bucket

b. Tuas/panel di sebelah kiri : Untuk mengoperasikan arah kabin dan arm
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan arm
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan arm
Jika tuas digeser ke kiri : Menggeser kabin ke kiri
Jika tuas digeser ke kanan : Menggeser kabin ke kanan

c. Lock/shut-off lever(biasanya berada di paling kiri) : Untuk mengunci tuas/panel excavator
Jika tuas ditarik ke atas : Mengunci seluruh kegiatan excavator
Jika tuas ditarik ke bawah : Excavator dapat dioperasikan kembali

d. Tuas/pedal track kiri dan kanan(berada di depan) : Untuk maju/mundur dan belok track excavator
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke belakang : Excavator akan maju
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke depan : Excavator akan mundur
Jika tuas kanan ditarik ke belakang : Excavator akan belok ke kiri
Jika tuas kiri ditarik ke belakang : Excavator belok ke kanan

5. Jelaskan perbedaan fungsi alat dump truk dengan trailer!

• Dump Truck berfungsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulangan, semen, batu bata, dll)
• Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas dump truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.


Jumat, 20 Oktober 2017

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


Kelompok  2

Alsifa
Cesar TIitan Rakayuzha. Y
Hartanto Sugani 
Nur zulya madinah
Shafarani Dwi utami


Tugas Pertama


  • Sebutkan tujuan dari pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi?

Untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan, Sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih mudah dan singkat sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya alat berat dipakai untuk mengali,alat pengangkut,alat pemadatan tanah. Alat berat dikategorikan berdasarkan fungsi alatnya


  • Apa saja yang perlu diperhatikan dalam persiapan pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi!

-Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain.
-Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

-Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah gerakan (horisontal maupun vertikal), jarak, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.
-Pembatasan dari metode yang dipakai. Pembatasan yang mempengaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalu lintas, biaya, dan pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapat berubah.
-Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.
-Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan lain-lain.
-Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh, lokasi proyek di dataran tinggi menggunakan alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
-Jenis dan daya dukung tanah. Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai.
-Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan faktor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.



  •  Sebutkan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pekerjaan pemindahan tanah !

Hal - hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan pekerjaan pemindahan tanah

1. Survei lapangan (site Survey)
     Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
-Keadaan lapangan
-Kondisi tenaga kerja
-Kondisi transportasi dan akomodasi

  2. Perencanaan
  Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang    akan menjadi acuan kerja yang meliputi
Persiapan kerja
-Struktur organisasi proyek
-Penentuan metode dan prosedur kerja
-Jadwal kerja (time schedule)
-Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
-Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
-System logistik dan maintenance

3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
-Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)
-Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada
-Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
-Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat, sehingga tidak terjadi hambatan
-Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan
-Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Agar pekerjaan terhindar dari masalah - masalah didalam proyek,Minim Jika semua tahapan diatas dilakukan.


  • Berapa % pengembangan dan % penyusutan  dari volume tanah yang memiliki berat isi tanah 1500 kg/m3 BM, 1000 kg/m3 LM dan 2000 kg/m3 CM.

Dik :
B = 1500 kg/m3
C = 2000 kg/m3
L = 1000 kg/m3
Dit :  Sw & Sh ?
Dijawab :
) 100%
       = (0,5 x 100%)
       = 50 %
       = 25 %


  • Pada suatu daerah yang akan dibangun jalan, dilakukan penggalian sedalam 2,5 m. luas daerah yang akan di gali 2 Ha. Berapa volume tanah slid an tanah gembur jika faktor gembur adalah 1,25 !

Diketahui : kedalaman (T) = 2,5 m
           Luas (A) = 20000 m2
        Faktor tanah gembur = 1,25
Ditanyakan : a. Volume tanah asli
           b. Volume tanah gembur
dijawab :

Volume tanah asli= luas x kedalaman
   = 20000 x 2.5
   = 50000 m3
Volume tanah gembur = vo

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS



Selasa, 24 Januari 2017

PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA





Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perkembangan dan perbedaan antara masyarakat desa dan masyarakat kota. Sebagaimana kita ketahui pengertian masyarakat itu sendiri adalah sejumlah besar individu yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan orang-orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, 1998.
Secara awam masyarakat desa (rural community) sering diartikan sebagai masyarakat tradisional atau masyarakat sederhana. Mengapa masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat sederhana? Karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang penguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks dan masyarakat desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya. Membahas masyarakat

perkotaan (urban community) sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena pada awalnya, masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat desa, mengapa disebut demikian? Karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  • Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
·        Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
·        Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
·        Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
·        Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

dapat disimpulkan bahwa antara masyarakat desa dengan masyarkat kota pada umumnya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Sabtu, 17 Desember 2016

SOSIALISASI PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOCIMI



Baiklah pada tugas kali ini , saya ditugaskan untuk membuat sebuah tulisan berdasarkan hasil pengamatan dilapangan mengenai pembangunan sebuah infrastruktur. Bersama kedua teman saya, kami memutuskan untuk mengambil  sebuah proyek yang terletak di daerah Ciawi, Bogor. Pengamatan dan wawancara kita lakukan pada hari Rabu, 14 Desember 2016. Proyek yang kita ambil untuk bahan pengamatan adalah pembangunan ruas jalan tol Bocimi. Jalan tol Bocimi merupakan nama ruas jalan tol yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, kota bogor, kabupaten Sukabumi dan kota Sukabumi. Proyek jalan tol ini diperkirakan akan memiliki panjang sebesar 53,6 km yang bemula pada daerah Bogor hingga Sukabumi.

Ketika sampai di tempat pembangunan kami bertemu dengan bapak Herman yang bertanggung jawab sebagai plant atau perencana pembangunan. Dari bapak Herman kami mendapat beberapa informasi mengenai pembangunan jalan tol tersebut.
Pembangunan jalan tol ini sudah dimulai sejak tahun 2015 dan dibagi melalui beberapa tahap. Ada 4 seksi/tahap dimana setiap seksi terbagi ke dalam beberapa paket. Pada seksi 1 terdapat 3 paket yang dipegang oleh perusahaan yang berbeda yaitu:
Ø  Paket pertama di pegang oleh perusahaan Waskita
Ø  Paket kedua dipegang oleh perusahaan Posko dan
Ø  Paket ketiga dipegang oleh perusahaan Waskita dan perusahaan Posko
Di seksi ini, pembangunan jalan tol sudah mencapai 18,7%  dan akan memiliki ruas jalan sepanjang 15,35 km yang akan berakhir di daerah cigobong(seksi 1). Seksi ini, akan dirampungkan/diselesaikan pada tahun 2017.

Sumber pendanaan jalan tol ini didapatkan dari pemerintah melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Biaya operasional untuk pengelolaan infrastuktur jalan tol ini cukup besar yang berkisar antara 1 miliar sampai 10 miliar (pada seksi 1). Pada wawancara kemarin, kami mendapatkan kesempatan untuk bertanya perihal proses penyediaan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut. Prroses peenyediaan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama dan memiliki proses yang cukup banyak. Dimulai dari perencanaan , pembuatan dan penyerahan surat izin penyediaan lahan yang melewati beberapa proses. Penyerahan dan persutujuan surat izin diberikan kkepada beberapa tempat seperti: kepala desa, kelurahan hingga kota dan provinsi daerah tersebut yang menjadi penyediaan lahan. Setelah penyerahan dan persetujuan surat izin, diadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pemabangunan terhadap dampak lingkungan infrastruktur ruas jalan tol.

Tidak hanya informasi terkait pembangunan, kami juga mendapat banyak ilmu setelah melakukan pengamatan terhadap pembangunan tersebut. Dikesempatan kemarin kami diajak oleh bapak Herman ke beberapa titik pembangunan, salah satunya adalah tempat Batching Plant.
Batching Plant adalah sebuah alat besar yang berfungsi untuk memproduksi beton ready mix (beton siap pakai) dalam produksi yang besar. Alat ini  digunakan agar produksi beton tetap dalam kualitas yang baik, sesuai standar nilai standar slump test (pengetesan kekuatan beton) dan strengthnya(kekuatan) stabil sesuai dengan yang diharapkan. Batching Plant memiliki dua type dimana type pertama bernama type dry batching plant yaitu batching plant yang fungsinya hanya untuk menimbang saja, sedangkan pengadukan material beton dilakukan pada concrete mixer truck(truk pengaduk beton). Sedangkaan type kedua disebut type wet batching plant yang berfungsi untukk menimbang dan mengaduk material agregat kasar, agregat halus, semen, air dan admixture. Nah, type wet batching plant inilah yang digunakan untuk pembuatan beton dalam  pembangunan infrastruktur jalan tol Bocimi. Bapak Herman juga menjelaskan bahwa type wet ini, adalah tipe yang paling mutakhir/bagus  dalam pembuatan beton. Bapak herman juga menjelaskan bahwa kualitas pembangunan sebuah ruas jalan dilihat dari komponen penting yaitu beton/aspal. Terdapat perbedaan terhadap dua komponen ini, jika suatu ruas jalan dibangun menggunakan beton, anggaran biaya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan aspal. Tetapi, jika melihat kualitasnya betonlah yang memiliki kualitas yang lebih baik dan tahan lama dibandingkan aspal.

Inilah penuturan hasil pengamatan dan wawancara kami pada proyek pembangunan jalan tol. Dari pengamatan dan wawancara kemarin, saya menyadari bahwa ilmu tidak hanya kita temukan dibuku atau sekolah, melainkan kita bisa mendapatkannya  dimana saja asalkan kita mencarinya dengan niat yang baik. Kami sangat berterima kasih kepada bapak Herman dan para kontraktor yang berkecimpung dalam proyek tersebut karena telah memberikan waktu dan ilmunya kepada kami. Semoga pembangunan jalan tol bocomi berjalan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita  semua. Amiin.

 
















Minggu, 30 Oktober 2016

RENCANA PEMBANGUNAN DESA



Di tulisan kali ini saya akan menuliskan sebuah gagasan atau ide tentang suatu pembangunan di sebuah desa. Salah satu desa yang menjadi bahan gagasan saya adalah desa Joho kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Alasan saya mengambil desa ini sebagai gagasan pembangunan karena desa ini telah menjadi tanah kelahiran keluarga saya. Desa joho adalah sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang sangat alami dan selalu dijaga oleh penduduk setempat. Gaya hidup para penduduk desa yang sederhana selalu mengingatkan saya tentang kampung halaman dan sebagai seorang mahasiswi jurusan teknik sipil, saya mempunyai kewajiban untuk membuat desa ini maju.

Desa ini telah memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti puskesmas, masjid, akses jalan dan aliran listrik tetapi masih banyak infrastruktur pembangunan yang masih dibutuhkan penduduk setempat dan salah satu misi saya adalah memperbaiki akses penyeberangan. Desa ini memiliki sebuah jembatan yang menghubungkan akses jalan ke desa lain. Jembatan ini masih terbilang rawan untuk diseberangi, karna beban yang harus menahan jembatan belumlah memadai dan arus sungai yang cukup deras membuat para penyebrang harus sangat hati-hati melintasi jembatan ini. Rencana saya adalah merekrontuksi ulang jembatan tersebut sehingga para pengguna dapat menggunakannya dengan aman dan nyaman. Jenis jembatan yang saya rencanakan adalah jembatan gantung. Jenis ini dapat dibangun di daerah yang cukup kecil, mengingat letak jembatan di desa joho tidaklah luas. Jenis jembatan ini dapat menahan beban kendaraan roda dua. Struktur jembatan ini dapat dibangun tanpa perancah tanah dan merupakan pilihan yang ekonomis untuk jembatan dengan panjang bentamg lebih dari 500 meter.

Ada 2 tahap pembuatan jembatan ini. Yang pertama adalah tahap perencanaan dan tahap pembangunan.
Tahap perencanaan terdiri dari gambar perencanaan, perhitungan volume pekerjaan, perhitungan hari orang kerja (HOK) dan perhitungan rencana anggaran biaya. Tahap kedua adalah tahap pembangunan.
Tahap pembangunan jembatan ini memiliki 4 tahap yaitu:
1.      Pembersihan lokasi
2.      Persiapan material
3.      Pekerjaan konstrusi pembangunan
4.      Pemulihan dan pembersihan lokasi

       I.            Pembersihan Lokasi
Pembersihan dilakukan menggunakan cangkul, sabit dan perkakas lainnya pada lokasi yang akan dibangun jembatan agar bersih dari pohon-pohon dan rumput-rumput liar. Lokasi pembangunan harus diamankan agar tidak terganggu oleh penduduk dan binatang. Proses ini sangat membutuhkan peran para penduduk, maka sebelum proses ini berlangsung harus ada koordinasi antara pembangun dan warga sekitar.
    II.            Persiapan Material
Material yang harus dipesiapkan sebelum proses pembangunan adalah sebagai berikut:
v  Tiang Utama (Pylon) tiang ini dapat dibuat di bengkel besi. Pelaksanaan pembangunannya hanya tinggal merakit pada lantai pondasi.
v  Batu belah, pasir dan semen untuk pondasi
v  Kayu balok, papan dan paku untuk lantai jembatan
v  Klem, kabel sling, besi penggantung, warfel, dll
 III.            Pekerjaan Konstruksi pembangunan
1) Penentuan as jembatan menggunakan patok kayu

2)      Gali pondasi untuk posisi pylon.

3)    Pasang tiang pylon yang sudah dibuat di luar lokasi, kemudian baut pada hubungan antaratiang pylon dan pondasi dikencangkan. Pengaku dari besi siku dipasang melintang pada ujung atas pylon dengan baut.

4) Pasang besi penggantung dan gelagar melintang dimulai dari bagian (segmen I) yang palingdekat dengan Pylon.

5)      Pemasangan bangian II dan seterusnya, sama dengan pemasangan bagian I. Untukkelancaran kerja, antara 2 gelagar melintang dipasang lantai sementara. (dari bambu/papan/balokkayu).

6)      Pasang kabel seling (pengaku) di bawah gelagar. Pasang kabel seling (pengaku) di bawah gelagar. Pasang gelagar memanjang yang menumpu pada gelagar melintang. Penyambungan gelagar-gelagar memanjang tidak boleh dalam satu garis (harus seling-seling).

7)      Pasang lantai jembatan.

 IV.            Proses pemulihan dan pembersihan

Proses dan perencanaan inilah yang menjadi dasar dari misi saya dalam pembuatan jembatan.

        Misi saya selanjutnya dalam memajukan fasilitas desa adalah pembangunan gedung serbaguna atau gedung aula yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul para penduduk desa. Desa Joho belum meiliki fasilitas tersebut, Penduduk desa biasa menggunakan lapangan kosong atau lahan sawah (setelah panen) sebagai tempat perkumpulan suatu acara atau rapat desa. Tempat tersebut sangat tidak kondusif dalam menyelenggarakan suatu acara, karena banyak kendala yang dapat terjadi seperti halnya cuaca panas yang akan membuat keadaan warga tidak nyaman atau pada saat musin hujan yang akan membuat lapangan menjadi becek atau tergenang. Keadaan-keadaan tersebutlah yang memotivasi saya untuk membangun sebuah aula atau gedung pertemuan di desa joho.

  Dengan adanya gedung aula para penduduk akan merasa nyaman selama perkumpulan dan acara bisa berlangsung dengan lancar. Proses pembuatan gedung ini juga memiliki tahap  yang sama seperti jembatan. Yaitu tahap perencanaan dan tahap pembangunan.

Tahap Perencanaan

Di tahap ini saya akan berdikusi dengan kepala desa atau warga desa mengenai lahan pembangunan, anggaran biaya pembangunan dll. Di tahap ini saya juga akan berkoordinasi dengan warga sekitar dalam membangun bersama gedung pertemuan.

Tahap Pembangunan

 Pekerjaan Pembersihan
Pengerjaan dimulai dari pembersihan lapangan dan pemerataan permuakaan tanah seperti yang telah direncanakan. Bahkan kalau perlu dilakukan pengerukan dan pengurugan tanah, setelah itu tanah dipadatkan.

Pekerjaan Pondasi

Setelah tanah bersih dan rata, dilanjutkan kemudian dengan pemancangan tiang pondasi, yang biasa disebut dengan Tiang Pancang. Sebelum pemancangan ini, perlu ditentukan dahulu titik-titik pondasi tersebut. Setelah titik-titik pondasi ditentukan, barulah proses pemancangan dapat dilakukan. Proses pemancangan ini harus sangat diperhatikan, karena saat proses pemancangan, dapat terjadi berbagai kesalahan. Operator mesin pancang diharapkan terus mengontrol posisi tiang pancang. Dalamnya pondasi tiang pancang yang tertanam di dalam tanah tergantung dari jenis dan kondisi tanah tersebut, karena pondasi tiang pancang harus berdiri di atas tanah yang keras. Jika proyek berada di daerah tanah rawa, pondasi tiang pancang tertanam lebih dalam. Sebagai contoh jika proyek berada di daerah Jakarta Utara, yang merupakan tanah rawa, pondasi tiang pancang akan tertanam sangat dalam. Lain halnya jika berada di sekitar Jakarta Selatan, yang mempunyai tanah lebih keras, pondasi tiang pancang tertanam tidak terlalu dalam.

Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pile Cap dan Sloof. Pile Cap ini berfungsi untuk membagi rata beban dari kolom kepada beberapa pondasi dibawahnya. Dan tiap Pile Cap ini juga dihubungkan satu sama lain oleh Sloof, sehingga semua tiang pancang mempunyai satu ikatan struktur.

Pekerjaan Struktur Atas

Setelah pekerjaan struktur bawah, yaitu pemancangan selesai, dilanjutkan kembali dengan pengerjaan bagian struktur atas. Struktur atas terdiri dari kolom, balok dan pelat. Pengerjaan struktur atas dimulai dari pengerjaan kolom. Tapi terlebih dahulu, titik-titik kolom harus ditentukan posisinya dan dengan bantuan alat, sehingga titik-titik kolom tersebut sejajar satu sama lain.

Dalam proses pengerjaan kolom, hal yang pertama dilakukan adalah pengerjaan tulangan-tulangan kolom seperti yang telah didisain. Sebelum pengecoran kolom, terlebih dahulu dibuat bekisting yang dibentuk seperti kolom sehingga beton dapat dicor di dalamnya. Bekisting harus dibuat kokoh dan kuat, sehingga hasil cor-an diperoleh dengan baik dan bentuk kolom sesuai perencanaan. Ketika proses pengecoran harus dilakukan teliti, dan cor-an beton yang masuk itupun harus dirojok, sehingga cor beton dapat masuk semuanya sampai kebawah dan penuh mengisi bekisting.
Pengerjaan berikutnya adalah bagian balok dan pelat. Balok dan pelat memang dikerjakan bersamaan, Sama seperti pengerjaan kolom, pertama kali juga dilakukan pengerjaan bekisting. Agar waktu yang dibutuhkan seminimal mungkin, pengerjaan bekisting dan penganyaman tulangan dapat dilakukan secara bersamaan. Setelah pembuatan bekisting dan penulangan selesai, baru dilanjutkan dengan pengecoran beton. Hal yang terpenting adalah semua beton yang di-cor itu harus berada dalam satu ikatan, yang berarti proses pengecoran pelat dan balok harus serempak selesainya dan beton pun akan kering bersamaan, sehingga kekuatannya pun dalam satu ikatan. Begitu juga pengerjaan lantai berikutnya, prosesnya pun sama dengan sebelumnya. Dan selama proses pengecorannya pun juga harus dirojok, sehingga cor beton penuh mengisi bekisting.

Pekerjaan Finishing 

Jika struktur telah berdiri kokoh, baru dapat dilanjutkan dengan pengerjaan finishing, yaitu pengerjaan dinding, elektrikal dan sanitasi, pemasangan keramik, pengecatan dan sebagainya. Namun, pengerjaan finishing inilah yang membutuhkan waktu paling lama, karena pengerjaannya harus hati-hati sehingga didapat bentuk yang rapi dan sesuai perencanaan.


Rencana-rencana tersebut akan terus berkembang dan akan menjadi pondasi motivasi saya dalam mendalami ilmu teknik sipil. semua yang telah direncanakan semoga bisa terwujud dan bisa bermanfaat bagi semua, hanya usaha keras dan kehendak Tuhanlah semua bisa terwujud. Amin.;)