Selasa, 06 November 2018

TUGAS PENULISAN ILMIAH

Karya ilmiah

PENGARUH SERAT BAJA PADA BETON



                                   Nama            :  Shafarani Dwi Utami
                                   NPM             :   16316957
        Kelas            :    3TA05
        Jurusan        :  Teknik Sipil

JURUSAN TEKNIK SIPIL 
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA 
2018 


KATA PENGANTAR

        Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat   rahmat-Nya karya tulis ilmiah yang berjudul "Pengaruh Steel Fiber pada Beton"dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan.
      Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca sebagai evaluasi yang dapat memperbaiki karya tulis penulis yang akan datang. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................
DAFTAR ISI ........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................
1.1   Latar Belakang ...............................................................
1.2   Perumusan Masalah .......................................................
1.3   Tujuan dan manfaat .......................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA  ........................................................
BAB III  PEMBAHASAN ..................................................................
               3.1.Pengaruh Serat Baja Terhadap Kuat Tarik dan Regangan 
               3.2.Permeabilitas Beton .........................................................
BAB IV  PENUTUP ...........................................................................
              3.1 Kesimpulan .......................................................................
              3.2 saran .................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................


BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang 
          Beton hingga saat ini masih menjadi material konstruksi yang sering digunakan dalam dunia konstruksi. Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.
       Kelebihan beton adalah dapat mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi, tahan terhadap temperatur yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang murah. Sedang kekurangannya adalah bentuk yang telah dibuat sulit diubah tanpa kerusakan. Pada struktur beton, jika ingin dilakukan penghancuran maka akan merugikan karena tidak dapat dipakai lagi. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi namun kuat tarik yang lemah. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tariknya sekitar 9%-5% kuat tekannya.
          Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot, beton fiber dan lain-lain.
  Beton Serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat.  Jenis serat yang dapat digunakan dalam beton serat dapat berupa serat alam dan serat buatan. Beton serat digunakan pada konstruksi yang harus mempunyai permukaan luas di mana temperatur, oksidasi dan penguapan mempunyai pengaruh besar terhadap besarnya susut muai, seperti landasan pacu di bandar udara, plat atap, jalan, dan lain-lain.
1.2.  Perumusan Masalah

     Permasalahan yang timbul adalah adakah pengaruh penggunaan serat baja terhadap beton dan manfaat penggunaan serat baja terhadap nilai kuat tekan beton.
1.3. Tujuan Penulisan
        Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan serat baja pada beton serta pengaruhnya terhadap nilai kuat tekan.



  BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Beton adalah bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus, agregat kasar, semen, dan air (PBBI 1971 N.I ).
  Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. Kekuatan tekan pada beton adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan per satuan luas (Teknologi Beton. Ir. Tri Mulyono, MT, 2004) 
  Serat Baja (Steel Fiber) didefinisikan sebagai bagian kecil yang rata atau bergelombang baja dingin, potongan baja, leburan ekstrak serat baja yang sangat kecil tersebar merata dalam campuran beton segar (ASTM - A820)
  Berdasarkan  ASTM - A820 terdapat empat tipe umum serat baja yang digunakan sebagai material, yaitu tipe 1 kawat dingin, tipe 2 potongan tipis, tipe 3 lebur ekstrak, dan tipe 4 serat jenis laainnya.



  BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pengaruh Serat Baja Terhadap Kuat Tarik dan Regangan
      Serat Baja pada umumnya terbuat dari kawat yang terbuat dari pemanasan rendah (cold drawn wire) dengan diameter sekitar 50 sampai 250 dan pajang 30 sampai 50 mm. Jumlah atau konsentrasi dari serat baja yang akan ditambahkan pada adukan beton sangat tergantung pada ratio dari diameter dan panjangnya. Pada gambar 1terlihat dengan jelas bahwa dengan bertambahnya jumlah/konsentrasi dari serat baja (steel fiber) maka berpengaruh terhadap peningkatan kuat tarik (tensile strength), dan regangan (strain) betonnya. Demikian pula dengan semakin tinggi ratio I/d maka terjadi peningkatan terhadap kuat tarik beton.

 Gambar 1. Regangan steel fiber concrete ( Twintec, 2002)

3.2. Permeabilitas Beton
        Beton akan memiliki kuat tekan tinggi jika terbentuk dari bahan-bahan yang berkualitas baik dam membentuk suatu massa yang kuat dan kokoh serta pori-pori yang terbentuk mungkin. Struktur bangunan yang terbuat dari beton akan sangat mempertimbangkan keliatan (durability) yang layak sehingga mampu bertahan terhadap jangka waktu yang layak. Schrer (1987) menyatakan bahwa parameter yang paling penting dan berpengaruh terhadap porositas umur, mineralogy (kandungan butiran kuarsa) dan sortasi.
        Keliatan beton dapat ditentukan dari seberapa mudahnya beton tersebut dapat diintrusi oleh cairan atau gas kedalam beton yang telah mengeras. pergerakan cairan dan gas tersebut dapat terjadi karena aliran, difussi dan absorpsi. Adapun nilai keliatan beton tersebut dapat terlihat dari permeabilitas beton yang telah keras (Technical Report ATC, 2002). Dengan demikian keliatan beton dapat tercermin dari nilai koefisien permeability dari beton tersebut.

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
       Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar serat yang digunakan dalam campuran beton maka semakin kecil (turun) tingkat kemudahan pengerjaannya. Penambahan serat sampai batas optimum umumnya meningkatkan kuat tarik dan kuat lentur, tetapi menurunkan kekuatan tekan. Jenis serat tertentu meningkatkan kinerja beton seperti serat baja dan serat tembaga
4.2 Saran
     1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap serat baja dengan berbagai tipe, bentuk permukaan, panjang serat dan presentase jumlah serat yang ditambahkan terhadap volume semen lainnya.  
     2. Perlu diadakannya pengawasan yang seksama terhadap workability  beton agar dihasilkan beton yang diinginkan.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/sipil-emilia.pdf  
 




Minggu, 29 Oktober 2017

Pemindahan Tanah Mekanis
Dosen : Diah Tri Budi Lestari

Kelompok 2 :
Alsifa Riskirido
Cesar Titan Rakayuzha Yusuf
Hartanto Sugani
Nur Zulya Madinah
Shafarani Dwi Utami



Tugas Kedua

1. Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan konstruksi!

Dozer(Loder), Excavator, Truk, Crane, Motor Grader, Compactor

2. Jelaskan perbedaan dan persamaan
fungsi alat bulldozer dan motor grader!

Bulldozer adalah alat berat bertipe traktor menggunakan track/rantai serta dilengkapi dengan pisau (blade) yang terletak di depan. Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan menggali, mendorong, menggusur dan menarik material (tanah, pasir, dsb). Bulldozer dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan.
Motor grader adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan jalan, membentuk jalan (grading) yang dibiasa digunakan dalam proyek pembangunan jalan. Motor grader merupakan salah satu alat berat yang sangat penting untuk konstruksi jalan. Digunakan untuk pengupasan lapisan atas yang hendak dibuang, atau dikurangi, mencampur material dan meratakan/ menyebarkannya lagi. Meratakan area dengan grader sangat diperlukan untuk pemadatan yang sempurna oleh compactor.

3. Jelaskan cara kerja bulldozer!

a. Masukkan kunci ke dalam kontak kunci dan putar ke kanan untuk menghidupkan mesin. Begitu menyala, lepaskan tekanan pada tombol untuk mengubah ke posisi run.
b. Cari tuas kontrol transmisi di sisi kiri dari kursi pengemudi. Dorong ke depan untuk melakukan transmisi ke “forward” dan tarik kembali untuk transmisi ke “reverse”. Sesuaikan dengan throttle tuas kecil di sebelah kiri tuas control transmisi. Tarik tuas tersebut kembali untuk meningkatkan kecepatan mesin dan mendorong maju untuk mengurangi kecepetan mesin.
c. Sesuaikan gigi transmisi dengan menekan tombol pada tuas kontrol transmisi. Lalu ada dua tombol yang akan meningkatkan gigi mesin dan menguranginya.
d. Kontrol pisau dengan blade kontrol handle yang terletak di sisi kanan kursi pengemudi. Dorong pegangan ke depan untuk menurunkan pisau dan tarik untuk menaikkan pisau.

4. Jelaskan cara kerja excavator!

Bagian dasar alat kontrol excavator :
a. Tuas/panel di sebelah kanan : Untuk mengoperasikan  bucket dan boom
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan boom
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan boom
Jika tuas digeser ke kiri : Menutup bucket
Jika tuas digeser ke kanan : Membuka bucket

b. Tuas/panel di sebelah kiri : Untuk mengoperasikan arah kabin dan arm
Jika tuas didorong ke depan : Menurunkan arm
Jika tuas ditarik ke belakang : Menaikkan arm
Jika tuas digeser ke kiri : Menggeser kabin ke kiri
Jika tuas digeser ke kanan : Menggeser kabin ke kanan

c. Lock/shut-off lever(biasanya berada di paling kiri) : Untuk mengunci tuas/panel excavator
Jika tuas ditarik ke atas : Mengunci seluruh kegiatan excavator
Jika tuas ditarik ke bawah : Excavator dapat dioperasikan kembali

d. Tuas/pedal track kiri dan kanan(berada di depan) : Untuk maju/mundur dan belok track excavator
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke belakang : Excavator akan maju
Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke depan : Excavator akan mundur
Jika tuas kanan ditarik ke belakang : Excavator akan belok ke kiri
Jika tuas kiri ditarik ke belakang : Excavator belok ke kanan

5. Jelaskan perbedaan fungsi alat dump truk dengan trailer!

Dump Truck berfungsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulangan, semen, batu bata, dll)
Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas dump truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.


Jumat, 20 Oktober 2017

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


Kelompok  2

Alsifa
Cesar TIitan Rakayuzha. Y
Hartanto Sugani 
Nur zulya madinah
Shafarani Dwi utami


Tugas Pertama


  • Sebutkan tujuan dari pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi?

Untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan, Sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih mudah dan singkat sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya alat berat dipakai untuk mengali,alat pengangkut,alat pemadatan tanah. Alat berat dikategorikan berdasarkan fungsi alatnya


  • Apa saja yang perlu diperhatikan dalam persiapan pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi!

-Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain.
-Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

-Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah gerakan (horisontal maupun vertikal), jarak, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.
-Pembatasan dari metode yang dipakai. Pembatasan yang mempengaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalu lintas, biaya, dan pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapat berubah.
-Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.
-Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan lain-lain.
-Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh, lokasi proyek di dataran tinggi menggunakan alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
-Jenis dan daya dukung tanah. Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai.
-Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan faktor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.



  •  Sebutkan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pekerjaan pemindahan tanah !

Hal - hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan pekerjaan pemindahan tanah

1. Survei lapangan (site Survey)
     Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
-Keadaan lapangan
-Kondisi tenaga kerja
-Kondisi transportasi dan akomodasi

  2. Perencanaan
  Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang    akan menjadi acuan kerja yang meliputi
Persiapan kerja
-Struktur organisasi proyek
-Penentuan metode dan prosedur kerja
-Jadwal kerja (time schedule)
-Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
-Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
-System logistik dan maintenance

3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
-Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)
-Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada
-Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
-Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat, sehingga tidak terjadi hambatan
-Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan
-Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Agar pekerjaan terhindar dari masalah - masalah didalam proyek,Minim Jika semua tahapan diatas dilakukan.


  • Berapa % pengembangan dan % penyusutan  dari volume tanah yang memiliki berat isi tanah 1500 kg/m3 BM, 1000 kg/m3 LM dan 2000 kg/m3 CM.

Dik :
B = 1500 kg/m3
C = 2000 kg/m3
L = 1000 kg/m3
Dit :  Sw & Sh ?
Dijawab :
) 100%
       = (0,5 x 100%)
       = 50 %
       = 25 %


  • Pada suatu daerah yang akan dibangun jalan, dilakukan penggalian sedalam 2,5 m. luas daerah yang akan di gali 2 Ha. Berapa volume tanah slid an tanah gembur jika faktor gembur adalah 1,25 !

Diketahui : kedalaman (T) = 2,5 m
           Luas (A) = 20000 m2
        Faktor tanah gembur = 1,25
Ditanyakan : a. Volume tanah asli
           b. Volume tanah gembur
dijawab :

Volume tanah asli= luas x kedalaman
   = 20000 x 2.5
   = 50000 m3
Volume tanah gembur = vo

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS



Selasa, 24 Januari 2017

PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA





Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perkembangan dan perbedaan antara masyarakat desa dan masyarakat kota. Sebagaimana kita ketahui pengertian masyarakat itu sendiri adalah sejumlah besar individu yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan orang-orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, 1998.
Secara awam masyarakat desa (rural community) sering diartikan sebagai masyarakat tradisional atau masyarakat sederhana. Mengapa masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat sederhana? Karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang penguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks dan masyarakat desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya. Membahas masyarakat

perkotaan (urban community) sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena pada awalnya, masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat desa, mengapa disebut demikian? Karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  • Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
·        Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
·        Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
·        Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
·        Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

dapat disimpulkan bahwa antara masyarakat desa dengan masyarkat kota pada umumnya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Sabtu, 17 Desember 2016

SOSIALISASI PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOCIMI



Baiklah pada tugas kali ini , saya ditugaskan untuk membuat sebuah tulisan berdasarkan hasil pengamatan dilapangan mengenai pembangunan sebuah infrastruktur. Bersama kedua teman saya, kami memutuskan untuk mengambil  sebuah proyek yang terletak di daerah Ciawi, Bogor. Pengamatan dan wawancara kita lakukan pada hari Rabu, 14 Desember 2016. Proyek yang kita ambil untuk bahan pengamatan adalah pembangunan ruas jalan tol Bocimi. Jalan tol Bocimi merupakan nama ruas jalan tol yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, kota bogor, kabupaten Sukabumi dan kota Sukabumi. Proyek jalan tol ini diperkirakan akan memiliki panjang sebesar 53,6 km yang bemula pada daerah Bogor hingga Sukabumi.

Ketika sampai di tempat pembangunan kami bertemu dengan bapak Herman yang bertanggung jawab sebagai plant atau perencana pembangunan. Dari bapak Herman kami mendapat beberapa informasi mengenai pembangunan jalan tol tersebut.
Pembangunan jalan tol ini sudah dimulai sejak tahun 2015 dan dibagi melalui beberapa tahap. Ada 4 seksi/tahap dimana setiap seksi terbagi ke dalam beberapa paket. Pada seksi 1 terdapat 3 paket yang dipegang oleh perusahaan yang berbeda yaitu:
Ø  Paket pertama di pegang oleh perusahaan Waskita
Ø  Paket kedua dipegang oleh perusahaan Posko dan
Ø  Paket ketiga dipegang oleh perusahaan Waskita dan perusahaan Posko
Di seksi ini, pembangunan jalan tol sudah mencapai 18,7%  dan akan memiliki ruas jalan sepanjang 15,35 km yang akan berakhir di daerah cigobong(seksi 1). Seksi ini, akan dirampungkan/diselesaikan pada tahun 2017.

Sumber pendanaan jalan tol ini didapatkan dari pemerintah melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Biaya operasional untuk pengelolaan infrastuktur jalan tol ini cukup besar yang berkisar antara 1 miliar sampai 10 miliar (pada seksi 1). Pada wawancara kemarin, kami mendapatkan kesempatan untuk bertanya perihal proses penyediaan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut. Prroses peenyediaan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama dan memiliki proses yang cukup banyak. Dimulai dari perencanaan , pembuatan dan penyerahan surat izin penyediaan lahan yang melewati beberapa proses. Penyerahan dan persutujuan surat izin diberikan kkepada beberapa tempat seperti: kepala desa, kelurahan hingga kota dan provinsi daerah tersebut yang menjadi penyediaan lahan. Setelah penyerahan dan persetujuan surat izin, diadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pemabangunan terhadap dampak lingkungan infrastruktur ruas jalan tol.

Tidak hanya informasi terkait pembangunan, kami juga mendapat banyak ilmu setelah melakukan pengamatan terhadap pembangunan tersebut. Dikesempatan kemarin kami diajak oleh bapak Herman ke beberapa titik pembangunan, salah satunya adalah tempat Batching Plant.
Batching Plant adalah sebuah alat besar yang berfungsi untuk memproduksi beton ready mix (beton siap pakai) dalam produksi yang besar. Alat ini  digunakan agar produksi beton tetap dalam kualitas yang baik, sesuai standar nilai standar slump test (pengetesan kekuatan beton) dan strengthnya(kekuatan) stabil sesuai dengan yang diharapkan. Batching Plant memiliki dua type dimana type pertama bernama type dry batching plant yaitu batching plant yang fungsinya hanya untuk menimbang saja, sedangkan pengadukan material beton dilakukan pada concrete mixer truck(truk pengaduk beton). Sedangkaan type kedua disebut type wet batching plant yang berfungsi untukk menimbang dan mengaduk material agregat kasar, agregat halus, semen, air dan admixture. Nah, type wet batching plant inilah yang digunakan untuk pembuatan beton dalam  pembangunan infrastruktur jalan tol Bocimi. Bapak Herman juga menjelaskan bahwa type wet ini, adalah tipe yang paling mutakhir/bagus  dalam pembuatan beton. Bapak herman juga menjelaskan bahwa kualitas pembangunan sebuah ruas jalan dilihat dari komponen penting yaitu beton/aspal. Terdapat perbedaan terhadap dua komponen ini, jika suatu ruas jalan dibangun menggunakan beton, anggaran biaya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan aspal. Tetapi, jika melihat kualitasnya betonlah yang memiliki kualitas yang lebih baik dan tahan lama dibandingkan aspal.

Inilah penuturan hasil pengamatan dan wawancara kami pada proyek pembangunan jalan tol. Dari pengamatan dan wawancara kemarin, saya menyadari bahwa ilmu tidak hanya kita temukan dibuku atau sekolah, melainkan kita bisa mendapatkannya  dimana saja asalkan kita mencarinya dengan niat yang baik. Kami sangat berterima kasih kepada bapak Herman dan para kontraktor yang berkecimpung dalam proyek tersebut karena telah memberikan waktu dan ilmunya kepada kami. Semoga pembangunan jalan tol bocomi berjalan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita  semua. Amiin.